My Profile
Kristiono Setyadi adalah nama yang diberikan kepada saya. Lahir dan besar di Jakarta membuat saya bersentuhan dengan berbagai macam budaya dan, tentu saja, teknologi. Sejak kecil sudah mengenal video games dan sering pulang malam karena keasyikan bermain di tempat penyewaan video games (dulu bernama dingdong).
Kesukaan dan hobi yang cenderung negatif ini semakin menjadi-jadi ketika ibu saya dengan sengaja mendaftarkan saya kursus bahasa Inggris dan saat itu juga saya merengek-rengek untuk minta didaftarkan kursus komputer. Bukan apa-apa, selain ibu saya yang belum paham apa kegunaan komputer, saya pun hanya membayangkan satu keasyikan tersendiri: belajar main game di komputer!
Tarik ulur dengan ibu saya tak terhindarkan. Ibu saya hanya memiliki uang yang sangat pas-pasan waktu itu dan tidak cukup untuk membayar lunas biaya kursus komputer yang ternyata dua kali lipat dari bahasa Inggris. Naluri keibuannya pun muncul. Saya didaftarkan kursus komputer dengan seluruh uang yang dibawa ibu saya sebagai uang muka, dan ibu saya pulang ke rumah dengan berjalan kaki sambil menangis. Mungkin memikirkan kenapa anak laki satu-satunya ini begitu susah diatur.
Selesai kursus komputer, strategi saya selanjutnya adalah merengek-rengek minta dibelikan komputer. Saat itu, SMP kelas 3. Komputer masih sangat jarang dan harganya lumayan tinggi. Tentu saja, sebagai anak yang nakal, saya hanya memikirkan diri sendiri: bagaimana caranya bisa membawa keasyikan bermain game ke dalam rumah. Itu saja. Akhirnya, komputer pertama saya saat itu tidak begitu mengecewakan. Intel 386 dengan segudang game disana. Yes!
Komputer di rumah rupanya tidak membuat keluarga saya tenang. Dulu, ketika sering bermain dingdong, saya sering dicari dan dijewer oleh ayah saya karena tidak pulang-pulang. Ketika komputer di rumah pun seperti itu. Ayah dan ibu saya marah-marah karena saya jadi jarang makan, mandi, belajar, dan lainnya. Terlebih-lebih kakak saya. Jam tidur dan belajarnya terganggu karena komputer tersebut diletakkan di kamarnya. Walhasil, setiap hari adalah peperangan bagi saya dan kakak saya, baik itu perang terbuka, perang dingin, atau gencatan senjata.
Entah malaikat mana yang tak sengaja lewat atau bisa jadi hasil dari doa ayah ibu saya dan kejengkelan kakak saya, saya tertarik untuk belajar membuat game sendiri. Niat ini muncul saat tanpa sengaja saya melihat buku “Seri Pemrograman Mikrodata: Membuat Permainan Komputer” terbitan Elex Media Komputindo. Buku itu saya beli dan pelajari. Pulang sekolah langsung lepas sepatu, taruh tas, dan nyalakan komputer. Baris demi baris kode BASIC saya ketikkan di komputer. Jumlahnya mencapai seribuan baris. Seminggu saya selesai mengetikkannya. Saya tak tahu untuk apa dan bagaimana hasilnya. Buku tersebut menginstruksikan untuk menekan tombol F9 (yang artinya Run). Saya tekan F9 dan… voila! Hidup saya pun berubah seiring terciptanya game pertama saya di layar monitor: Space Invaders buatan sendiri.
Beberapa tahun kemudian…
Kristiono Setyadi, masih orang yang sama. Saat ini, saya bekerja di sebuah perusahaan IT sebagai programmer/developer. Dalam perjalanan selama ini, saya menguasai beberapa bahasa pemrograman dasar seperti BASIC, Pascal, C dan HTML. Sempat menjadi programmer Assembler dan C++. Sekarang fokus dengan bahasa PHP untuk web development dan C# (.NET) untuk desktop. Telah menggunakan AJAX untuk interaksi yang lebih baik dari aplikasi web. Dan masih bermimpi untuk bisa menguasai Java.
Kuliah di Matematika, Universitas Gadjah Mada membuat saya memiliki ketertarikan dengan teori grup dan lapangan. Akhir-akhir ini saya sedang mendalami Elliptic Curve Cryptography (ECC). Berhubung Quantum Cryptography (QC) sudah muncul dan mulai diaplikasikan, ingin rasanya mulai menggali lebih dalam tentang QC. Cita-cita kuliah di Stanford University (SU) sepertinya harus ditahan dulu, berhubung IPK tidak mencukupi. Mata kuliah matematika yang membuat nilai saya ‘jatuh’ tertolong dengan nilai mata kuliah komputer yang sangat memuaskan. Namun belum cukup untuk menembus SU.
Jika ditanya apa cita-cita terbesar yang ingin dicapai dalam hidup, saya akan menjawab, “Nafiun Lighairihi”, bermanfaat bagi orang lain. Memiliki sebuah perusahaan sendiri adalah cita-cita saya yang lain, tentu saja beserta yayasan sosial yang menyertainya. Namun untuk menuju kesana, perjalanan panjang dan berat harus dilakukan. Dan saya yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuk saya.
Banyak pribadi-pribadi yang telah berjasa mengukir sejarah dalam perjalanan hidup saya. Mereka adalah manusia-manusia biasa yang sangat luar biasa. Mereka melihat segala sesuatunya dari segi yang positif. Mereka selalu menilai positif, berbicara positif, memiliki harapan positif, optimis, dan selalu futuristik. Saya tak akan pernah melupakan mereka dalam hidup saya, sedetik pun.
Intel(R) Core(TM)2 Quad CPU Q8400 @ 2.66GHz 2.67GHz
4GB Installed Memory (RAM)
Windows 7 Ultimate (64-bit OS)
EnterpriseDB Apache for the web server
Firefox 3.6 for everything under the hood
ActiveState Komodo Edit 5 for everything codes
PostgreSQL as the database platform
TortoiseSVN for the “Update” and “Commit” repository
AMD Turion 64 with 1,5 GB RAM for supporting his curious mind.
Windows XP SP2 and Debian for the OS.
Apache for his laptop’s web server.
Firefox 3.6 for web development; Safari 4 for robust social networking; Opera 10.01 for better download; Google Chrome for Javascript lightning speed; and Internet Explorer 8 for something stupid he would do.
ActiveState Komodo Edit 5 and Notepad++ 5.4.3 for hard-coding the web.
Visual Studio 2008 (C# .NET) for C# .NET development environment.
MySQL, Oracle, and Hadoop/Hive as his database platform.
MyISAM for simple-but-powerful database and InnoDB for powerful-with-transaction database.
TortoiseSVN for his self-made web application repository.






