iPad? No, Thanks!
Jika Anda sudah melihat video demo dari Apple iPad, Anda akan berdecak kagum. Kecanggihan yang terpancar dari desain sederhana penuh teknologi tinggi ini begitu memukau siapa pun yang melihatnya. Sepuluh dari sepuluh wanita di Twitter mengatakan, “iPad? Me. Want!”, tapi mungkin hanya lima dari sepuluh pria yang mengatakan, “Saya mau beli iPad”.
iPad begitu canggih. Fantastis. Keren. Futuristik. Simpel. Slim. High-tech. Berkelas. Modern. Bergengsi. Dan ribuan pujian lain mengalir saat pertama kali iPad diluncurkan oleh Steve Jobs. Namun sedikit demi sedikit, saat Steve Jobs memaparkan fitur-fitur yang dikemas dalam iPad, perlahan-lahan banyak pihak yang kecewa. Mengapa? Alasan-alasan inilah yang membuat mereka mengurungkan untuk membeli iPad dan menunggunya hingga versi 2.
Multitasking
iPad tidak mendukung multitasking, atau setidaknya belum. Di zaman yang serba cepat dan instan ini multitasking menjadi sebuah keniscayaan bagi sebuah gadget baru. Apakah Anda ingin mendengarkan lagu saat sedang menulis novel terbaru Anda, dan sambil mendownload video klip musik? Apakah Anda ingin bekerja dengan angka di spreadsheet Anda sambil membuka laporan pada aplikasi pengolah kata? Atau Anda hanya sekedar ingin berselancar di internet dan ditemani musik klasik favorit Anda? Dengan iPad, Anda tidak akan bisa. Tepatnya, Anda belum bisa.
Kamera
Siapa yang ingin memiliki gadget keren tanpa kamera? Sepuluh dari sepuluh orang yang narsis tak akan membeli iPad ini kecuali mereka mau berkorban membawa kamera digital mereka kemana-mana bersama iPad ini. Kamera memungkinkan adanya pengambilan gambar, teleconference, dan lainnya. Ketiadaan kamera sangat melukai image iPad sehingga banyak orang mempertimbangkan untuk menunda pembelian iPad hingga muncul versi terbaru dengan kamera.
USB
USB adalah konektivitas terpenting diantara sekian banyaknya konektivitas yang ada pada sebuah gadget. Dimana Anda menyimpan fil, musik dan video kesayangan Anda? Flashdisk? Harddisk eksternal? Lalu bagaimana Anda meng-copy-nya ke dalam iPad Anda tanpa USB? Mungkin Apple menginginkan Anda untuk menjadi penyihir atau pesulap sehingga Anda tak butuh USB untuk memindahkan file-file tersebut ke dalam iPad.
Flash
Untuk lebih adil, jumlah website yang menggunakan flash mungkin berkurang, tapi tetap ada yang menggunakan flash. Saat ini teknologi flash telah berevolusi dari sekedar animasi biasa menjadi multi-purpose seperti streaming video. Jika Anda tidak membutuhkan streaming video ini, belilah iPad. Dan jangan berteriak jika Anda tak dapat membuka video dari YouTube, Vimeo, atau Hulu.
Aplikasi
iPad hanya dapat menjalankan aplikasi yang terdapat pada AppStore. Artinya, untuk beberapa aplikasi, Anda diharuskan membayar ketika mendownloadnya. Anda tak dapat menggunakan aplikasi apapun diluar AppStore, seperti Google Voice atau browser selain Safari. Jika Anda seorang developer, ada berita yang sangat “menggembirakan”. Anda akan dikenai biaya registrasi untuk menjadi developer resmi produk-produk Apple. Sounds like silly, eh?
So, no multitasking. No camera. No USB. No Flash. No Open Application. No, Thanks.






Dari awal dah males beli produk2nya Apple, kesannya elite gitu.. eh ternyata kelemahannya parah juga.. nice info
Tepatnya bukan kelemahan, tapi strategi marketing
Hello! Thank you very much for that enlightening article
Hmm.. pokoknya Apple tetap yang terbaik Mas!
Not true mas e, justru dengan begitu aku akan buktikan dirimu salah mas.. hehe.. *piss*
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by ksetyadi: [New Blog Post] iPad? No, Thanks! http://bit.ly/ks-ipad...
diluar semua kelemahan itu, entah berapa ratus ribu orang yang tetap berpendapat “i want iPad”. Steve Jobs memang edan dalam urusan menciptakan kesan
Anyway, saya baru tahu kalau ada personal blog seniche ini di ranah lokal. nice!
Thanks, Mas Fikri! Memang saya akui Steve Jobs itu “hebat” (atau memang penggemarnya yang ga “hebat”?) XD
Nice info, mas Kristiono. Setidaknya MacBook tetap menjadi gadget yang sangat worth it.
MacBook dan iPhone
iPad? No, Thanks! | Kristiono Setyadi is cool I always send mates here