Acer Aspire One, Netbook Baruku
Malam ini, saya berangkat ke Jakarta. Akhir Desember lalu, saya bertekad untuk mengikuti acara WordCampID. Acara yang didesain bagi para pegiat Wordpress, mulai dari pengguna hingga pengembang ini rencananya akan diadakan di Universitas Gunadarma, Jakarta. Valent Mustamin, organizer acara tersebut, sangat serius dalam menggarap acara ini. Dan hari ini, saya berangkat dari Yogyakarta dengan harapan tiba di Jakarta tepat waktu agar tak tertinggal acara WordCampID ini.
Kereta perlahan-lahan melaju meninggalkan Yogyakarta. Kereta Taksaka yang saya naiki begitu nyaman dan aman, sehingga hampir setiap penumpang mengeluarkan gadgetnya masing-masing. Blackberry, iPhone, bahkan laptop. Saya mengeluarkan netbook pertama saya, Acer Aspire One, untuk menikmati setidaknya malam yang semakin larut. Dan saya tak akan khawatir kehabisan baterai seperti halnya laptop saya yang hanya bertahan sekitar 2 jam. Netbook ini, Acer Aspire One, mampu memberikan kemampuan terbaiknya selama kurang lebih 8 jam. Cukup untuk menemani perjalanan saya hingga Stasiun Gambir.
Kereta sejenak berhenti di Stasiun Kebumen. Saat itu pula, telepon saya berdering. Nomor yang sudah tidak asing lagi bagi saya. Klien. Pasti ada sesuatu yang dibutuhkannya hingga ia menelepon saya larut malam. Saya angkat telepon, bicara padanya sebentar dan saya meminta waktu padanya untuk menyelesaikan masalahnya selama 15 menit. Dan telepon pun ditutup.
Acer Aspire One saya masih dalam posisi menyala dan memainkan irama musik klasik dari Beethoven, Bach dan Mozart. Sementara di luar sana, klien saya begitu panik karena web service server mereka mati dan tak ada seorang pun yang dapat diandalkan untuk menghidupkannya. Saya ambil modem saya dan melakukan koneksi ke internet. Acer Aspire One saya terkoneksi ke internet dalam beberapa detik dan saya gunakan SSH client yang terinstall dalam Acer Aspire One saya, Putty, dan melakukan remote dari netbook Acer Aspire One saya yang mungil dan ringan ini.
Proses SSH berjalan dengan lancar dan dalam beberapa detik, saya dapat menghidupkan kembali web service yang mati dan mencoba menjalankan aplikasi dan web mereka yang tak dapat diakses. Sekarang semuanya berjalan dengan sempurna dan tak ada masalah. Kurang dari 10 menit, klien saya mengirimkan email kepada saya dan mengucapkan terima kasih atas kecepatan dalam menanggapi keluhan mereka karena bagi mereka, berhentinya web service beberapa menit berarti kehilangan uang jutaan rupiah mengingat bisnis mereka sudah sepenuhnya web based. Dan saya membalas email tersebut dari Acer Aspire One saya.
Kereta kembali bergerak perlahan menuju Jakarta. Kali ini, Acer Aspire One saya tak hanya menemani saya menghabiskan malam yang membosankan namun juga telah menyelamatkan bisnis klien saya. Bagi saya, netbook Acer Aspire One ini begitu penting karena dapat membantu saya menyelesaikan pekerjaan dan tugas dimanapun saya berada. Saya menginginkan konektivitas, portabilitas dan fleksibilitas ketika saya sedang berada dalam perjalanan. Acer Aspire One, dengan berat yang hanya sekitar 1 kg mampu menyelesaikan masalah semudah bekerja di kantor. Dan yang tak kalah pentingnya adalah Acer Aspire One dapat memberikan kepuasan maksimal dalam memberikan hiburan dan menghadirkan kesenangan dalam hidup saya.
[Dalam rangka Blog Speed Writing Contest dari Acer, salah satu sponsor WordCampID]






Yah, sayang aku nggak bisa ikut WordCamp.. Btw ini nggak dibayar sama Acer buat promosi kan?
Hehe, sayang banget ga bisa ikut. Acaranya lumayan bagus, apalagi ketemu sama temen-temen
Itu ga dibayar sama Acer kok, coba liat note di akhir posting
Wew, ternyata mas kristiono ikut wordcamp juga toh hehe. Sayang sama-sama gak menang kita hehe.
Kita sama-sama belum beruntung nih, tapi gapapa, yang penting sudah berusaha
wah, selamat ya mas udah menangin acer aspire onenya. (keplok2)
Wah, terima kasih (atas keplok2nya dan bukan Acer Aspire One-nya, orang kaga dapet :p)